Minggu, 5 Juli 2026

Bukan akibat Ajaran Sesat, Syekh Siti Jenar Dihukum Mati karena Alasan yang Diungkap Sunan Giri

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 15:31 WIB
Ajaran rahasia Syekh Siti Jenar. (Pexels.com/Luis Quintero)
Ajaran rahasia Syekh Siti Jenar. (Pexels.com/Luis Quintero)

SketsaNusantara.id - Kehadiran nama Syekh Siti Jenar dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara kerap jadi sorotan.

Sosok Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang sudah terlanjur dikenal sebagian besar masyarakat di Indonesia sebagai orang yang menyebarkan ajaran sesat.

Akibat ajaran tersebut, ia harus menjalani eksekusi hukuman mati oleh para Wali Songo.

Baca Juga: 5 Makam Syekh Siti Jenar dari Cirebon hingga Tuban, Mana yang Benar?

Faktanya, ada beragam versi mengenai eksekusi hukuman mati tersebut, hingga perbedaan pendapat soal makam dari sosok yang bernama asli Syaikh Datuk Abdul ini.

Keberagaman versi narasi dan penafsiran tentang tokoh kontroversial ini justru makin memperkaya khazanah Islam Nusantara.

Baca Juga: Pusaka Sunan Gunung Jati, Keris Sanghyang Naga yang Pernah Dipegang Anies Baswedan, Senjata Pembunuh Syekh Siti Jenar?

Dari sekian banyak versi mengenai Syekh Lemah Abang, ada yang menyebut bahwa dia dihukum mati bukan karena ajarannya yang dianggap sesat.

Selama ini, kebanyakan masyarakat menganggap Syekh Siti Jenar menganut ajaran sesat yakni Manunggaling Kawula Gusti.

Ajaran tersebut dianggap sesat karena kerap disalahpahmi sebagai pengakuan diri sebagai Tuhan, alias menyamakan diri manusia sebagai Sang Pencipta.

Baca Juga: 7 Misteri Kontroversi Kematian Syekh Siti Jenar: Jenazah Diganti Anjing dan Berubah Menjadi Sekuntum Melati Wangi

Menurut KH Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo (2014), diungkapkan bahwa Syekh Lemah Abang dihukum mati bukan karena ajaran Manunggaling Kawula Gusti yang dianggap sesat.

Ia justru dihukum karena kesalahannya mengajarkan ajaran rahasia itu kepada masyarakat umum secara terbuka.

Penjelasan itu disebutkan dalam Serat Siti Djenar (1922) dan secara gamblang digambarkan dalam dialog antara Syekh Siti Jenar dan Sunan Giri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X