Kamis, 2 Juli 2026

Bagaimana Islam Memandang Bitcoin? Ini Penjelasan Ustadz Felix Siauw

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Minggu, 6 Juli 2025 | 15:00 WIB
Tangkapan layar Leon Hartono (kiri) berbincang dengan Ustaz Felix Siauw (kanan) mengenai pandangan Islam terhadap Bitcoin dan sistem ekonomi modern. (Tangkap layar YouTube Leon Hartono)
Tangkapan layar Leon Hartono (kiri) berbincang dengan Ustaz Felix Siauw (kanan) mengenai pandangan Islam terhadap Bitcoin dan sistem ekonomi modern. (Tangkap layar YouTube Leon Hartono)

 

SketsaNusantara.idBitcoin menjadi perbincangan hangat dalam dunia keuangan modern, terutama terkait status kehalalannya dalam pandangan Islam.

Ustadz Felix Siauw memberikan penjelasan dalam wawancaranya bersama Leon Hartono mengenai bagaimana Islam menyikapi Bitcoin dan investasi lainnya.

Artikel ini akan membedah pandangan tersebut berdasarkan prinsip syariah.

Baca Juga: 7 Poin Klarifikasi Felix Siauw: LGBT dan Iran Lebih Berani Bela Gaza, Sementara yang Sunni Sibuk Ribut di Medsos?

Tiga Pilar Islam dalam Mengelola Harta

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Leon Hartono, Ustadz Felix menegaskan bahwa Islam memperhatikan tiga hal utama dalam pengelolaan harta: cara memperoleh, mengelola, dan membelanjakan.

Pembahasan mengenai Bitcoin masuk dalam aspek pengelolaan harta, yang mencakup pengembangan kekayaan melalui investasi.

Bitcoin Bukan Mata Uang Syariah

Menurut Ustadz Felix, Bitcoin tidak dapat dikategorikan sebagai mata uang dalam pandangan syariat karena tidak memiliki stabilitas nilai dan tidak berbasis aset riil seperti emas atau perak.

Baca Juga: Felix Siauw Kritik Kepala Komunikasi Kepresidenan karena Menganggap Teror Kepala Babi Sebagai Guyonan: Tidak Punya Adab, Harusnya Dipecat!

Ia menjelaskan bahwa mata uang dalam Islam pada dasarnya harus memiliki kestabilan nilai agar tidak menimbulkan ketidakpastian (gharar).

Sebagai instrumen investasi, Bitcoin dinilai memiliki unsur spekulatif yang tinggi. Ustadz Felix menyoroti ketidakpastian harga yang tajam dan tidak dapat diprediksi.

Ketika seseorang membeli Bitcoin hanya karena tren pasar atau “katanya naik”, tanpa dasar pengetahuan yang cukup, maka hal itu lebih menyerupai perjudian daripada investasi yang sehat dalam pandangan Islam.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Leon Hartono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X