"Jangan merasa perlawanan dalam bentuk apapun sia-sia karena yang dilawan terlalu kuat (uangnya :)). Juga tak perlu risau, ingat di akhirat nanti kita sudah gak bisa cawe-cawe," ucap Bivitri.
Ia juga meminta masyarakat yang tak bisa turun ke jalan untuk membantu dukung perjuangan mahasiswa yang turun ke jalan meski hanya berupa doa.
Baca Juga: Bangun Jombang Lebih Baik: Musrenbang 2025 Tekankan Sinergi dan Inklusivitas
"Kalian boleh (bantu) doa tapi harus diikuti action! karena jika tak ada aksi maka tindakan mereka tidak diadili sehingga makin banyak saudara kita yang jadi korban," ujar Bivitri.
"Ingat, korban (kebijakan pemerintah) bisa terus berjatuhan, maka dari itu yang punya akal sehat harus melawan!" pungkasnya.
Aksi Indonesia Gelap dimaknai sebagai kekhawatiran warga terhadap nasib masa depan bangsa yang berakibat pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Jelang SPMB 2025, SMKN 2 Bondowoso Gelar Expo P5 Undang Perwakilan Siswa dan Guru SMP se Kabupaten
Pemerintahan sekarang dinilai tidak mendukung kepentingan rakyat sehingga aksi demo Indonesia Gelap digelar sebagai kritikan keras bagi pemerintah agar memikirkan dampaknya terlebih dahulu sebelum merumuskan kebijakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini