SketsaNusantara.id - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember menerjunkan anggotanya untuk membersihkan tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah wilayah di Jember.
Kondisi ini merupakan imbas dari dirumahkannya ratusan tenaga honorer non ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang bertugas mengangkut sampah setiap harinya.
Ketua GP Ansor Jember Izzul Ashlah mengatakan, kondisi sampah di Jember ini memprihatinkan karena sudah sangat menumpuk dan membuat kumuh.
Baca Juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Mobil Dinas 2 Lembaga Penyelenggara Pemilu di Jember Ditarik
“Sejumlah titik di Jember sudah sangat kumuh, apalagi menganggu pemandangan serta yang terpenting berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon pada Minggu,16 Februari 2025.
Hal tersebut membuat GP Ansor Jember melakukan kerja bakti, untuk membersihkan sampah yang telah menumpuk karena tidak diangkut.
“Hari ini kita lakukan bersih-bersih dan secara serentak dilakukan pembersihan, lokasinya ini tersebar di 31 Kecamatan dan terbanyak di wilayah kota,” imbuhnya.
Izzul menjelaskan, jika saat ini GP Ansor langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) relawan sampah yang membantu melakukan pembersihan.
“Relawan ini nantinya bekerja untuk membantu membersihkan sampah, karena kondisi lingkungan di Jember sangat tidak baik-baik saja dan memprihatinkan,” jelasnya.
Kendati demikian, persoalan sampah ini tidak bisa diselesaikan dengan para relawan yang membantu tetapi menurunya, Pemerintah Daerah harus mencari solusi terkait tenaga honorer non ASN yang dirumahkan ini.
Baca Juga: Jenazah Bocah Korban Penganiayaan di Jember Sudah Dimakamkan, Ibu Korban Ingin Pelaku Dihukum Mati
“Jadi bukannya kita berdiam diri saja, tetapi Pemerintah Daerah harus dengan segera mencarikan solusi terkait persoalan sampah ini, terutama tentang nasib tenaga honorer non ASN ini,” tegasnya.
Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Jember, untuk tetap bisa menjaga kondisi lingkungannya tetap bersih.