news

Kritik Publik Memanas! Pemangkasan Anggaran Pendidikan 2025 dan Janji Lama Prabowo yang Kembali Viral

Kamis, 13 Februari 2025 | 17:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto jadi sorotan karena kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran (Instagram @prabowo)

SketsaNusantara.id - Kebijakan efisiensi anggaran yang baru-baru ini dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto menyasar berbagai lapisan.

Salah satunya yaitu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang juga terkena dampak efisiensi anggaran.

Akibatnya, anggaran Kemendiktisaintek mengalami pemangkasan sebesar Rp14,3 triliun dari total pagu anggaran sebesar Rp56,6 triliun.

Baca Juga: Firnando Ganinduto Ajak Media Kawal UU BUMN, Transparansi dan Profesionalisme Jadi Prioritas

Efisiensi anggaran ini juga berdampak pada bantuan sosial atau beasiswa.

Di tahun 2025 ini, program KIP Kuliah mengalami pemangkasan dari Rp14,698 triliun menjadi Rp1,319 triliun.

Kemudian pada program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang awalnya Rp164,7 miliar, terkena efisiensi sebesar Rp19,47 miliar.

Baca Juga: 2 Mahiswa Unissula Semarang Tewas Usai Berenang di Kolam Retensi, Bongkar Kronologi Insiden Sayembara dengan Imbalan 50 Ribu Rupiah

Pada program Beasiswa KNB (kerja sama negara berkembang), dari Rp85,348 miliar, dipotong sekitar 25 persen atau Rp21 miliar.

Tak bisa dipungkiri, dampak dari efisiensi anggaran pada program beasiswa pendidikan ini mengancam banyak siswa dan mahasiswa yang bergantung pada beasiswa, sehingga mereka terpaksa putus sekolah.

Pemangkasan anggaran Kemendiktisaintek adalah akibat dari kebijakan efisiensi yang diterapkan dalam anggaran 2025.

Baca Juga: Heboh! 4 Fakta Menarik Dua Mahasiswa Unissula Semarang yang Meninggal Dunia, Bermula Ikut Sayembara dengan Iming-Iming 50 Ribu Rupiah

Langkah ini didasarkan pada diterbitkannya Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi pengeluaran dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dampak pemangkasan anggaran di sektor Pendidikan ini mengakibatkan penurunan kualitas pendidikan, ketimpangan pendidikan, hingga bertambahnya angka putus sekolah.

Halaman:

Tags

Terkini