“Kewajiban siswa dituntut, hak siswa dicabut,” tulis akun tersebut dalam salah satu fotonya.
“Darurat! Sekolah yang katanya kebanggaan sekarang jadi kelewatan,” tulis akun itu lagi.
Baca Juga: Sempat Jadi Polemik! Edaran Libur Ramadhan 2025 Bagi Siswa Sudah Terbit, Berikut Jadwal Lengkapnya
Bersamaan dengan aksi demonstrasi tersebut, pihak sekolah juga menggelar pertemuan dengan para orang tua dan wali murid untuk membahas persoalan tersebut.
Dalam proses mediasi itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Mempawah, Febrini kembali meminta maaf atas kelalaiannya tersebut.
Sayangnya, permintaan maaf tersebut tidak memuaskan hati para orang tua dan wali murid yang hadir.
Dinilai telah menghancurkan masa depan siswa, orang tua dan wali murid pun mendesak agar kepala sekolah dan guru SMAN 1 Mempawah yang lalai mengisi PDSS dicopot.
Bukan hanya itu, para orang tua dan wali murid juga meminta keduanya dipindahkan dari wilayah Kabupaten Mempawah.
Sementara itu, pihak sekolah menawarkan solusi atas insiden tersebut yakni memberikan bimbel gratis selama 3 bulan hingga berencana mendatangi Kementrian Pendidikan terkait insiden yang terjadi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!