Sumber lain menyebutkan, kedua oknum polisi tersebut sempat memaksa korban ke ATM untuk mengambil uang.
Bahkan disebutkan, kunci mobil korban sempat hendak diambil hingga terjadi keributan kecil yang membuat salah satu korban berteriak.
“Kunci mobil korban mau diambil, korban nolak, ditendang-tendangin. Yang cewek teriak minta tolong, warga datang mengepung mobil,” tulis akun @intinyadeh.
Warga sempat mengira kedua oknum polisi tersebut merupakan Debt Collector yang hendak menarik unit.
Kabar yang beredar, warga sempat diancam akan ditembak oleh oknum polisi tersebut.
“Warga nawarin diomongin baik-baik, pelaku malah ancem yang ngalangin mobil bakal ditembak,” cuit akun @intinyadeh lagi.
Warga kemudian melaporkan aksi pemerasan tersebut ke Polsek Semarang Utara.
Kapolrestabel Semarang Kombes Pol M. Syahdudi pun membenarkan insiden tersebut.
“Ada laporan dari warga masyaraka ke Polsek Semarang Utara terkait dengan adanya dugaan peristiwa pemerasan yang dilakukan oleh anggota Polri,” tutur Kombes Pol M Syahdudi dalam pernyataan resminya.
Diketahui, kedua oknum polisi tersebut merupakan anggota SPKT Polrestabes Semarang dan Unit Samapta Polsek Tembalang.
Pihak kepolisian termasuk Propam langsung melakukan pemeriksaan terhadap 2 oknum polisi tersebut, termasuk meminta keterangan para saksi dan korban.