SketsaNusantara.id - Pramoedya Ananta Toer, yang lebih dikenal dengan nama Pram, lahir pada 6 Februari 1925 di Blora, Jawa Tengah.
Ia adalah salah satu sastrawan terkemuka dan paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia.
Sebagai anak sulung dari delapan bersaudara, Pram dibesarkan dalam keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ayahnya adalah seorang guru dan ibunya seorang pedagang nasi.
Meskipun mengalami kesulitan dalam pendidikan formalnya akibat pendudukan Jepang, semangat belajar Pram tidak pernah padam.
Pramoedya memulai kariernya sebagai penulis pada tahun 1940-an. Ia menulis berbagai artikel, puisi, cerpen, dan novel yang banyak mengangkat tema sosial dan politik.
Beberapa karya terkenalnya antara lain Tetralogi Buru, Arus Balik, Arok Dedes. Karya-karya ini tidak hanya mencerminkan realitas sosial Indonesia tetapi juga menggugah kesadaran politik masyarakat.
Namun, perjalanan hidup Pramoedya tidaklah mudah. Ia mengalami penangkapan dan pengasingan oleh pemerintah selama rezim Orde Baru karena pandangan politiknya yang dianggap kontroversial.
Selama 14 tahun, ia ditahan tanpa proses pengadilan, sebagian besar waktunya dihabiskan di Pulau Buru.
Meskipun dilarang menulis, semangatnya untuk berkarya tetap membara.
Di tengah keterasingan tersebut, ia berhasil menciptakan banyak karya monumental yang kini menjadi bagian penting dari khazanah sastra Indonesia.