SketsaNusantara.id - Mantan Ketua KPK Abraham Samad melaporkan dugaan korupsi dalam penetapan Pantai Indak Kapuk (PIK) 2 sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bukan hanya itu, Abraham Samad juga melaporkan dugaan tindak gratifikasi yang diduga dilakukan pemilik Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan dalam proses penerbitan sertifikat di atas laut.
Ia bahkan mendesak KPK untuk menyelidiki para pejabat yang terlibat dalam kedua kasus tersebut.
Sikap berani Abraham Samad tersebut bukanlah kali pertama dilakukan pria asal Makassar ini.
Saat menjabat sebagai Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham dikenal sebagai salah satu pemimpin yang cukup berani mengusut kasus-kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh penting.
Setidaknya ada 3 menteri aktif yang dijerat KPK di bawah kepemimpinannya.
Bahkan, di bawah komando Abraham Samad, KPK untuk pertama kalinya menjerat 2 jenderal polisi aktif sekaligus dalam kasus korupsi dugaan simulator SIM.
Dikutip SketsaNusantar.id dari situs Indonesia Corruption Watch, karkater keras dan berani Abraham Samad sudah terlihat sejak kecil.
Sikap kritisnya kian terlihat saat ia duduk di bangku SMA Katolik Cendrawasih, Makassar.
Baca Juga: Siapa Paulus Tannos? Profil Lengkap Sosok Buronan Kasus Korupsi e-KTP yang Ditangkap di Singapura
Saat itu ia dikenal sebagai siswa yang kerap membela kawannya hingga sering terlibat perkelahian.