SketsaNusantara.Id- Kesuksesan tidak pernah datang tanpa perjuangan panjang. Perjalanan hidup Gogot Cahyo Baskoro membuktikan hal itu.
Pria yang akrab disapa Gogot ini merupakan contoh nyata semangat pantang menyerah dalam menjalani kehidupan. Semangatnya itulah yang mengantarkannya ke posisi saat ini.
Dari mahasiswa sederhana asal Magetan hingga menjadi salah satu tokoh di Jember, kisah hidupnya penuh inspirasi.
Ketika ditemui pada Kamis 30 Januari 2025, Gogot bersedia untuk menceritakan perjalanan hidupnya.
Perawakan yang gagah dan senyumannya mencerminkan kebanggaan, bukan hanya karena pencapaian, namun juga atas perjalanan yang ditempuh.
Sebagai orang yang pernah menjadi mahasiswa di Universitas Jember, ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Setelah lulus, Gogot melanjutkan hidupnya dengan terjun ke dunia jurnalistik.
Baca Juga: Komisi B DPRD Jember Minta Disperindag Copot Logo Toko Berjaringan di Desa Lojejer
Pada fase ini, ia fokus untuk memperkuat keahlian menulis, penyiar dan memperluas jaringannya. Baginya, menjadi wartawan juga membuatnya belajar tentang kesederhanaan dan bertahan hidup dengan gaji yang tak seberapa.
Gogot juga mengaku bahwa dirinya menunda pernikahan karena masih belum mapan dan belum memiliki pekerjaan yang layak.
“Perahu yang hanya cukup ditunggangi saya sendiri, kalau ditambah istri dan anak maka akan tenggelam,” katanya kepada Tim SketsaNusantara.id saat diwawancara.
Pada akhirnya, Gogot memutuskan untuk menikah walaupun gajinya masih sedikit dan berprofesi sebagai wartawan. Kemudian ada lowongan menjadi dosen di UNEJ, karena merasa pasti akan diterima, ia tidak belajar dan mempersiapkan diri.
“Waktu itu sempat daftar menjadi dosen di UNEJ. Karena percaya diri yang berlebihan sehingga tidak belajar dan akhirnya tidak diterima,” ujarnya.