news

4 Fakta Arus Rip Current yang Seret 13 Siswa SMPN 7 Mojokerto, Sering Terjadi di Pantai Selatan hingga Mitos Nyi Roro Kidul

Rabu, 29 Januari 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi Rip Current yang sering terjadi di Pantai Selatan Jawa termasuk Pantai Drini Gunung Kidul (Pixabay/callaway_hall)

 

SketsaNusantara.id - Peristiwa terseretnya 13 siswa SMPN Mojokerto di Pantai Drini, Gunung Kidul pada Selasa, 28 Januari 2025 diduga disebabkan oleh arus Rip Current.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang Tim SAR yang menangani proses penyelamatan ke-13 siswa tersebut.

Para siswa yang bermain air di Pantai Drini saat Outing Class ini diduga terseret arus Rip Current hingga beberapa di antaranya tenggelam.

Baca Juga: 13 Siswa SMPN 7 Mojokerto Terseret Arus Rip Current di Pantai Drini, Apa Itu? Berikut Penyebab, Ciri-ciri hingga Bahayanya

Rip Current sendiri merupakan arus kuat yang berasal dari air laut yang bergerak menjauhi pantai sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari situs Pusat Meteorologi Maritim BMKG.

Arus Rip Current sangat berbahaya, bahkan di Australia, menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak dibandingkan siklon hingga hiu.

Di Indonesia, arus Rip Current kerap terjadi di pantai selatan hingga dikaitkan dengan mitos Nyi Roro Kidul.

Baca Juga: Tragedi Outing Class, 13 Pelajar Asal Mojokerto Terseret Ombak di Pantai Drini, Gunung Kidul, Tiga Orang Meninggal Dunia

Dan berikut ini 5 fakta arus Rip Current yang dirangkum tim redaksi dari berbagai sumber.

1. Penyebab

Arus Rip Current terjadi karena pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai dan menyebabkan arus balik ke arah laut.

Rip Current juga dipengaruhi angin musim, khususnya angin Muson Timur Laut yang kuat saat bulan Desember-Maret.

Baca Juga: Update Tragedi Outing Class SMPN 7 Mojokerto, Tim SAR Temukan Siswa yang Hilang Terseret Ombak, Ditemukan di...

Halaman:

Tags

Terkini