SketsaNusantara.id - Insiden terseretnya 13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Ke-13 siswa tersebut terseret arus Rip Current saat sedang bermain air di Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Akibatnya, 4 orang siswa meninggal dunia dan 2 lainnya kritis hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Menurut Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, ke-13 siswa tersebut terbawa arus rip current yang sangat berbahaya.
“Jadi saat wisatawan bermain air di pantai, terbawa arus rip current,” tutur Surisdiyanto pada wartawan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Pusat Meteorologi Maritim, Rip Current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai.
Kekuatan arus Rip Current bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut.
Sumber lain menyebutkan, Rip Current bisa ditemui di Laut Selatan, termasuk di Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Arus Rip Current memiliki kecepatan gelombang yang lebih tinggi dari gelombang pada umumnya, bahkan bisa melebihi 2 meter per detik.
Kendati demikian, kecepatan arus Rip Current bervariasi, tergantung pada kondisi gelombang, bentuk pantai hingga pasang surut.
Artikel Terkait
100 Hari Kinerja Prabowo Subianto, Hasil Survei Tunjukkan Kepuasan dengan Tingkat Dukungan Capai 79,3 Persen
Jadi Sorotan! Susu Akan Digantikan Belalang Hingga Kelor pada Program Makan Bergizi Gratis, Kantor Kepresidenan Menjawab
Fakta Belalang dan Ulat Sagu Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN: Jangan Diartikan Lain ya
Detik-Detik Penemuan Korban Terakhir Laka Laut di Pantai Drini Gunung Kidul, Pihak Keluarga Sempat Lakukan Ini Sebelum Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Biaya Sewa Capai Rp100 Juta per Tahun, Banyak Tenant RANS Nusantara Hebat Tutup, Netizen: Ciri-ciri Money Laundry
Intip Sisi Lain dari Insiden Kebakaran di Glodok Plaza yang Masih Jadi Buah Bibir, Petugas Damkar: Mukjizat!
Viral di Surabaya! Petugas SPBU Dikeroyok 7 Pria Usai Diingatkan untuk Patuhi Larangan, Apa Bahaya Merokok Dekat Bahan Bakar?