news

Siapa Paulus Tannos? Profil Lengkap Sosok Buronan Kasus Korupsi e-KTP yang Ditangkap di Singapura

Minggu, 26 Januari 2025 | 09:00 WIB
Profil Paulus Tannos, buronan yang ditangkap di Singapura. (Tangkap layar KPK.go.id)

 

SketsaNusantara.id - Paulus Tannos, nama yang telah lama menjadi sorotan dalam kasus korupsi besar di Indonesia, kembali mencuat ke publik setelah penangkapannya di Singapura.

Tannos dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam skandal korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP) yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Sebagai seorang buronan, Tannos telah menghindar dari proses hukum selama beberapa tahun sebelum akhirnya berhasil ditangkap pada Januari 2025.

Baca Juga: BRI Gandeng KPK, Perkuat Komitmen Anti Korupsi di Dunia Bisnis

Lalu, siapa sebenarnya Paulus Tannos? Berikut ini profilnya yang dirangkum dari KPK.go.id dan sejumlah sumber.

Paulus Tannos adalah seorang pengusaha yang sebelumnya dikenal melalui perannya sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.

Perusahaan ini adalah salah satu anggota konsorsium yang mengerjakan proyek pengadaan KTP elektronik pada 2011.

Baca Juga: Sudah Lengser, Jokowi Masih Disebut Korupsi dan Merusak Sistem, Rocky Gerung Kritik Kunjungan Mantan Presiden ke Banjarnegara

Tannos memiliki latar belakang sebagai pengusaha teknologi dengan spesialisasi di bidang sistem keamanan data, yang menjadi alasan perusahaannya terlibat dalam proyek strategis pemerintah tersebut.

Namun, di balik reputasi sebagai pengusaha sukses, Tannos terseret dalam dugaan korupsi proyek e-KTP.

Ia dituduh ikut berkontribusi dalam pembengkakan anggaran proyek hingga mencapai Rp2,3 triliun. Nama Tannos mulai mencuat setelah ia disebut dalam berbagai persidangan kasus ini sebagai salah satu pihak yang menerima aliran dana hasil korupsi.

Baca Juga: Masih Disorot karena Kasus Korupsi Harvey Moeis, Sandra Dewi dan Keluarga Terciduk Sedang Liburan ke Singapura

Skandal e-KTP adalah salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia. Proyek yang awalnya bertujuan untuk memodernisasi sistem administrasi kependudukan justru berubah menjadi ladang korupsi bagi banyak pihak.

Halaman:

Tags

Terkini