Banyak warganet yang mengaitkannya dengan kisah drama Korea (drakor) di mana sering diceritakan suatu tokoh nekat mengakhiri hidupnya akibat banyaknya tekanan dari banyak pihak.
"Serem banget vibesnya kaya nonton drakor. Tekanan pejabat di Korea besar banget dan gak bisa ditanggung rasa bersalahnya segede itu sampe akhirnya nekat bundir," komentar salah satu netizen.
"Pejabat di luar negeri tuh integritas dan rasa malunya gede kayak gini kalo bikin kesalahan besar walaupun gak sampe bundir seengaknya mereka mengundurkan diri dan bertanggung jawab penuh. Kalo di Konoha pejabat korup masih tebel muka," imbuh netizen lainnya.
Tragedi pesawat Jeju Air menjadi salah satu kecelakaan penerbangan terparah dalam sejarah, menewaskan 179 dari 181 penumpang.
Kontroversi mencuat karena struktur beton yang seharusnya rapuh dan mudah pecah justru menjadi penghalang masif di landasan pacu.
Menurut laporan, struktur beton tersebut direnovasi untuk menggantikan peralatan sebelumnya, tetapi desainnya tidak sesuai dengan arahan resmi yang mengutamakan keselamatan.
Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan telah memerintahkan penyelidikan mendalam terhadap insiden ini.
Selain itu, kotak hitam pesawat yang tidak merekam suara menjelang kecelakaan semakin memperpanjang misteri di balik tragedi tersebut.
Pakar penerbangan banyak yang menyoroti keberadaan tembok beton yang seharusnya tidak di ujung landasan pacu karena tak sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional.
Kematian Son Chang Wan memperburuk suasana penyelidikan yang sudah penuh tekanan. Beberapa pihak menganggap bahwa kematiannya dapat menjadi hambatan dalam mengungkap kebenaran.
Namun, para ahli mendesak agar penyelidikan tetap berjalan transparan dan independen untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.