Minggu, 19 Juli 2026

100 Hari Kabinet Merah Putih, MIND ID Perkuat Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Kamis, 23 Januari 2025 | 15:00 WIB
Hilirisasi Mineral, Strategi MIND ID Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional (Dok. MIND ID)
Hilirisasi Mineral, Strategi MIND ID Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional (Dok. MIND ID)

SketsaNusantara.id – Dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, memantapkan langkahnya untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi sektor mineral dan batu bara.

Sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, program ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan diharapkan membawa dampak signifikan dalam lima tahun mendatang. 

Melalui proyek-proyek strategis, MIND ID menegaskan komitmennya untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Baca Juga: MIND ID dan Proyek Hilirisasi Jadi Penopang Dividen BUMN yang Meningkat di 2024, Target 2025 Tembus Rp 90 Triliun

Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf, menekankan bahwa hilirisasi mineral memiliki peran vital dalam menciptakan produk akhir bernilai tinggi, seperti baterai kendaraan listrik (EV) yang akan menopang perkembangan industri manufaktur dalam negeri. 

“Kekayaan mineral Indonesia adalah aset luar biasa. Dengan hilirisasi yang terintegrasi dan kolaborasi bersama industri manufaktur, kita bisa menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang berdampak nyata bagi perekonomian,” ujar Heri. 

Dalam 100 hari pertama Kabinet Merah Putih, MIND ID berhasil mempercepat pengerjaan sejumlah proyek besar.

Baca Juga: MIND ID Siap Ambil Peran Kunci di LME Week 2024 sebagai Penentu Harga Global

Salah satunya adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini, yang akan memasuki tahap produksi pada kuartal pertama 2025, dirancang untuk menghasilkan satu juta ton alumina per tahun. 

Selain itu, pembangunan Smelter Aluminium Baru di Kuala Tanjung oleh INALUM dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun akan memperkuat rantai pasok aluminium nasional, mendukung swasembada bahan baku strategis ini. 

Proyek lain yang menjadi sorotan adalah pengembangan fasilitas smelter nikel di Halmahera Timur.

Baca Juga: Injeksi Bauksit Perdana SGAR, MIND ID Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Masa Depan

Dengan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) berkapasitas 88 ribu ton per tahun dan High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk produksi bahan baku baterai, Indonesia akan menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. 

Di Jawa Timur, Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik akan mulai beroperasi pada akhir 2025. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengolahan tembaga dan logam mulia, memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X