SketsaNusantara.id - Demi mendukung masa depan, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus menjaga konsistensi untuk mewujudkan proyek-proyek hilirisasi dan industrialisasi mineral Indonesia.
Heri Yusuf selaku Corporate Secretary MIND ID menyampaikan bahwa hilirisasi dan industrialisasi mineral merupakan langkah strategis jangka panjang yang akan sangat berdampak positif pada masa depan ekonomi Indonesia.
Dampak tersebut mencakup peningkatan nilai tambah dari komoditas mineral, penyerapan serta peningkatan kualitas tenaga kerja, sekaligus meningkatkan daya saing negara di kancah global.
Baca Juga: Prestasi BRI Selama 1 Dekade Pemerintahan Jokowi, BUMN dengan Setoran Dividen Terbesar ke Negara
"MIND ID sebagai perusahaan milik negara yang mendapat mandat untuk menyukseskan program hilirisasi berkomitmen dalam mengawal pelaksanaan proyek strategis mineral guna memberikan nilai tambah yang maksimal bagi masa depan Indonesia," katanya.
Peningkatan nilai tambah ini dihasilkan dari pemrosesan mineral dasar dengan nilai rendah menjadi sebuah produk end user berteknologi tinggi seperti kendaraan listrik.
Masifnya proyek hilirisasi yang dilakukan MIND ID juga turut memperbesar penyerapan sekaligus kualitas dari tenaga kerja mulai dari santai pasok hulu seperti penambangan, pemurnian, hingga hilir seperti pembangunan smelter dan infrastruktur serta operasional industri.
Hilirisasi sekaligus akan membuat daya saing Indonesia menjadi lebih tinggi dan bahkan memiliki daya tawar yang lebih baik dalam setiap kebijakan ekonomi global.
"Tentu, hilirisasi merupakan sebuah program jangka panjang dengan investasi tinggi. Kami berkomitmen untuk konsisten menyelesaikan sekaligus menjalankan operasional dari setiap proyek hilirisasi sehingga dapat memberikan dampak dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Adapun pada pertengahan 2024, pemerintah telah meresmikan pengoperasian smelter anyar milik Anggota Holding MIND ID, PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Pabrik pemurnian konsentrat tembaga berteknologi single line terbesar di dunia ini turut memperbesar kapasitas smelter dari 1 juta ton menjadi 3 juta ton per tahun.
Grup MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) juga semakin memperluas cakupan proyek hilirisasi mineral nasional.
Artikel Terkait
Deretan Hal Unik Candi Bangkal di Mojokerto sebagai Peninggalan Majapahit, Ternyata Menyimpan Misteri Ini...
Dibangun pada Abad Ke-14, Inilah Candi Rimbi di Jombang Dibangun untuk Menghormati Tribhuwana Tunggadewi
PKB Tak Mau Ikut Campur Penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran, Cak Imin: Tapi secara Moral...
Viral! Video Lolly Buka Suara Soal Aksi Nikita Mirzani Laporkan Vadel Badjideh ke Polisi: Mau Nutupin Fakta...
Presiden Jokowi Buka Keran Ekspor Pasir Laut Setelah 20 Tahun Dilarang, Anies Baswedan: Memangnya Negara Kita Toko Material?