news

Banjir dan Tanah Longsor di Batang, Rumah dan Sekolah Roboh hingga Warga Mengungsi

Kamis, 23 Januari 2025 | 10:04 WIB
Sejumlah Aparat Kelurahan Proyonanggan Tengah bersama BPBD dan Koramil membersihkan endapan lumpur usai banjir bandang di Dukuh Petodanan Baru, Kabupaten Batang. (batangkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Cuaca ekstrem yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerugian besar, kerusakan infrastruktur, dan korban jiwa.

Situasi ini memaksa warga di sejumlah wilayah untuk mengungsi demi keselamatan.

Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan! Karir Politik Wihaji Mantan Bupati Batang yang Terlihat Ikut Mendatangi Kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mencatat dampak signifikan hingga Selasa 21 Januari 2025 pukul 14.00 WIB.

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama warga yang tinggal di area rawan longsor dan banjir.

Prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan hujan masih akan mengguyur wilayah ini hingga 3 hari ke depan.

Baca Juga: Profil AKBP Muhammad Yoga, Kapolres Boyolali yang Kecelakaan di Tol Batang, Pernah Bertugas di KPK

“Saya harap warga, terutama yang tinggal di lereng atau tebing, memantau kondisi tanah sekitar dan segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan berlangsung lebih dari dua jam,” kata Lani, dikutip dari batangkab.go.id.

Banjir bandang melanda beberapa kecamatan, termasuk Bawang, Reban, dan Wonotunggal. Di Dukuh Kuripan, Desa Surjo, 4 rumah tersapu arus deras, sementara satu rumah lainnya roboh.

Dua warga harus dirawat di RSUD Limpung akibat luka yang diderita. Kerusakan juga terjadi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, di mana jembatan penghubung desa hanyut diterjang banjir.

Instalasi PDAM di lokasi tersebut pun ikut hilang. Di Desa Pacet, Kecamatan Reban, sebanyak 13 keluarga atau 50 jiwa terpaksa mengungsi ke balai desa dan mushola akibat banjir yang menghalangi akses jalan utama.

Selain banjir, tanah longsor juga menambah daftar panjang kerusakan. Di Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, lima rumah warga dan satu ruang kelas SD roboh tertimpa longsor.

Sebanyak 30 kepala keluarga harus mengungsi setelah sumber mata air Ngreco tertimbun material longsor.

Halaman:

Tags

Terkini