Sementara itu, di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, longsor merusak dua rumah warga dan memutus akses jalan Desa Wonosari-Kalirejo. Hal ini menyulitkan aktivitas warga dan kendaraan yang melintas.
Cuaca ekstrem disertai angin kencang juga menjadi ancaman tambahan. Di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, sebuah rumah tertimpa pohon tumbang.
Hal serupa terjadi di Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, di mana kerusakan rumah memaksa PMI menyalurkan bantuan tunai kepada warga terdampak.
Pohon tumbang di Kecamatan Kandeman, tepatnya di Timur Safari Beach Jateng Batang, memicu kemacetan dan merusak fasilitas umum. Perbaikan dan pembersihan jalan menjadi prioritas pemerintah setempat.
Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menginstruksikan perangkat daerah untuk mempercepat penanganan bencana.
Fokus utama adalah pembersihan akses jalan, perbaikan instalasi PDAM, dan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak.
Dengan status tanggap darurat selama dua minggu, pemerintah berharap semua pihak dapat bekerja sama meminimalkan dampak lanjutan dari bencana ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mengulik Sejarah Masjid Luar Batang, Peninggalan Ulama Keturunan Rasulullah yang Jadi Saksi Bisu Perkembangan Islam di Jakarta
Ahmad Ridwan 'Korea' Tegaskan Maju dalam Pilbup Batang 2024, Tekankan Peran Penting Jurnalis dalam Gelaran Pilkada
Blusukan ke Desa Bakal Ketemu Peninggalan Kerajaan? Lebih Tua dari Candi Borobudur, Prasasti di Kabupaten Batang Penuh Teka-Teki
Pernah Jadi Tukang Jahit, Calon Bupati Batang Fauzi Fallas Sampaikan 3 Program Unggulan yang Pro Rakyat dalam Audiensi Bersama Promedia