SketsaNusantara.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi atau Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro ramai jadi sorotan publik usai didemo oleh pegawai kemendikti saintek pada hari Senin, 20 Januari 2025.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak puluhan ASN (Aparatur Sipil Negara) melakukan aksi unjuk rasa memprotes sikap Menteri Satryo yang dinilai arogan, dan semena-mena terhadap pegawainya.
Kompak mengenakan pakaian serba hitam, puluhan pegawai menyerbu mobil RI 25 (nomor urut 7) yang ditumpangi Menteri Satryo sambil meneriakkan kata-kata "koruptor", "korup" hingga "turun" ketika beranjak pergi dari kantornya.
Video Mendikti Saintek pun ramai jadi sorotan hingga harta kekayaan Satryo Soemantri Brodjonegoro tak luput jadi perbincangan publik.
Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN yang berada di situs resmi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), diketahui kekayaan Menteri Satryo meningkat signifikan dalam beberapa tahun.
Sebelum dilantik menjadi Menteri, Satryo Brodjonegoro dikenal sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1985 dan sudah melewati masa purnabakti pada tahun 2009.
Pada tahun 1999, Satryo diangkat menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) hingga tahun 2007.
Menilik dari catatan LHKPN per tahun 2001, Satryo diketahui memiliki jumlah kekayaan sebesar Rp 2,87 miliar berupa aset tanah serta bangunan, kendaraan, kas serta harga bergerak dan lain-lainnya.
Beranjak pada tahun 2005, kekayaan Satryo meningkat signifikan menjadi Rp 7,86 miliar yang berasal dari hasil kerja dan aset tambahan yang dimilikinya selama 4 tahun terakhir.
Terbaru, Satryo Soemantri Brodjonegoro melaporkan harta kekayaannya pada 5 Desember 2024 setelah dilantik menjadi Mendikti Saintek oleh Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan data LHKPN per 2024, tercatat Satryo Brodjonegoro memiliki kekayaa dengan total mencapai Rp 46,05 milyar yang meningkat drastis selama 2 dekade terakhir.