SketsaNusantara.id - Warga Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, Jember harus bersiaga, usai naiknya air sungai ke pemukiman yang terjadi pada Sabtu 18 Januari 2025 dini hari.
Luapan air sungai ini menggenangi rumah warga, karena pada tanggal 16-17 Januari 2025 intensitas hujan cukup tinggi membuat aliran sungai meningkat.
Ketua Baret Rescue David Handoko Seto mengatakan, pada tanggal 18 Januari 2025 pihaknya mendapatkan informasi adanya genangan yang terjadi luapan air kepemukiman warga.
Setelah dilakukan proses assessment oleh Tim Baret Rescue, David menerangkan kalau penyebab terjadinya luapan air sungai ini dikarenakan adanya sumbatan.
“Hujan memang intensitasnya tinggi, tetapi setelah kita lakukan assessment diketahui bahwa penyebab terjadinya luapan karena di jembatan kuno, terdapat sumbatan yang sangat banyak,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu 19 Januari 2025.
David menjelaskan, sumbatan yang terjadi pada jembatan ini adalah sampah bambu yang menyangkut sehingga aliran air tidak bisa mengalir.
“Ini sumbatannya karena tertahan oleh pilar jembatan, sehingga tumpukan bambu ini tidak bisa mengalir dengan lancar dan membuat aliran sungai meluap,” imbuhnya.
Dampak dari luapan air sungai ini membuat 8 KK di dekat sungai tersebut menjadi terdampak, dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa.
“Alhamdulillahnya air tidak sampai masuk ke pemukiman warga, tetapi jika tidak segera ditangani maka luapan air sungai terus naik,” terangnya.
David juga menegaskan, agar masyarakat setempat tidak membuang sampah di sungai, karena bisa membuat sumbatan yang cukup parah di aliran sungai.
“Kami berharap masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya dan jangan membuang sampah di sungai, kalau terus-terusan maka sungai akan penuh sampah dan menganggu air mengalir,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!