SketsaNusantara.id – Puncak Desa Badean di Kabupaten Jember kembali menjadi saksi penyelenggaraan tradisi adat Rokat Massal, sebuah ritual sakral yang bertujuan untuk menyucikan diri, membuang energi negatif, dan mendatangkan keselamatan bagi peserta.
Acara yang berlangsung meriah ini digagas oleh Andi Faisal sebagai penerima Dana Indonesiana, didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Jember_Ecotourism, serta komunitas kulit pohon.
Rokat Massal, yang telah menjadi warisan leluhur masyarakat Jawa, digelar dengan tujuan melestarikan tradisi sekaligus mempererat hubungan antar warga.
"Kami ingin menjaga warisan budaya ini agar terus hidup dan menjadi bagian dari harmoni masyarakat. Selain itu, acara ini juga sebagai langkah untuk menghindari malapetaka dan memperkuat ikatan spiritual masyarakat," jelas Andi Faisal.
Acara ini tak hanya sebatas ritual adat, tetapi juga menjadi momen pengenalan Desa Badean sebagai destinasi ekowisata.
Kehadiran pasar durian, yang diinisiasi oleh Kepala Desa Badean, Purnanto, menambah daya tarik bagi para pengunjung. Pasar ini mempertemukan masyarakat dengan produk unggulan desa, sembari merasakan suasana tradisional yang kental.
Kegiatan Rokat Massal tahun ini memiliki nilai tambah dengan adanya dokumentasi film berjudul “Karya Pengetahuan Maestro”.
Film ini diinisiasi oleh Andi Faisal untuk mengabadikan nilai-nilai luhur tradisi tersebut dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran generasi mendatang.
Dokumentasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Jember_Ecotourism dan komunitas kulit pohon, yang berkontribusi dalam penyediaan bahan-bahan alami untuk ritual.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Bambang Rudianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
“Saya sangat mendukung upaya Andi Faisal dan komunitas kulit pohon dalam mendokumentasikan warisan budaya ini. Tradisi ruwatan memiliki nilai spiritual yang mendalam sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang potensial,” katanya.