"Temuilah ayahku, Abah Mahmudin, yang adalah suamimu. Ayah pasti menyambutmu dengan senyum dan sabar seperti yang biasa ditunjukkannya selama hidupnya kepada kita. Beritahu pada ayah bahwa tugasmu menemani anak-anak dan cucu-cucu sudah selesai," imbuhnya.
Sebagai informasi, Mahfud MD merupakan anak ke-4 dari tujuh bersaudara dari pasangan Mahmodin dan Siti Khadijah.
Mahfud MD lahir dan tumbuh di keluarga sederhana di Madura. Pakar Hukum Tata Negara itu mengenang perjuangan Siti Khadijah sebagai sosok ibu hebat yang tak kenal lelah memberikan perhatian kepada anak-anaknya.
"Engkau seorang Ibu yang hebat, selalu membimbing dan menyinari rumah kami. Hidupmu sederhana dan selalu jujur," ungkap Mahfud MD.
"Tapi engkau Ibu pernah tak jujur kepadaku. Ketika aku sedang sakit, engkau selalu duduk di tepi tempat tidurku sampai tengah malam. Ketika ditanya, 'Apa Ibu tidak mengantuk? Tidak capek?' tanyaku. 'Tidak nak, saya tidak capek', jawabmu sambil mengompres dahiku dengan handuk hangat," tuturnya.
"Ketika aku akan melanjutkan sekolah ke kota engkau jual perhiasanmu, gelang dan kalungmu, untuk biaya sekolah dan kostku. Beliau selalu berpesan padaku untuk rajin belajar dan jangan lupakan salat," lanjutnya.
"Selamat jalan Ibu, kami tak akan terlalu lama menangisi kepergianmu tetapi kami akan terus mengenangmu dan berdoa untuk kebaikanmu di sana. Salam kepada ayahku, abah Mahmudin yang sudah lama menunggumu di sana," sambungnya.
Postingan Mahfud MD sontak dibanjiri ucapan belasungkawa, turut mendoakan agar Siti Khadijah mendapat berpulang dalam keadaan Husnul Khatimah serta diberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Mohon doa dan minta maaf atas segala dosa Beliau. Ibunda saya wafat di Madura hari ini semoga amal ibadahnya diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," pungkas Mahfud MD.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!