SketsaNusantara.id - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyerahkan dividin interim senilai Rp10,88 triliun atau setara Rp135 per lembar saham.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total dividen BRI sebesar Rp20,33 triliun yang telah diberikan kepada negara pada Rabu, 15 Januari 2025 lalu.
Hal ini menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam berkontribusi kepada penerimaan negara.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tanam Pohon: Langkah BRI Menanam Pulihkan Lahan Kritis dan Ubah Desa Jadi Lebih Hijau
Menurut Direktur Utama BRI Sunarso, sebagai BUMN, BRI berkewajiban menyetorkan dividen kepada negara.
Ia pun menegaskan, sebagai BUMN, laba yang dihasilkan perseroan tidak hanya menjadi hak para pemilik saham, tapi juga berperan penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
“Melalui pembayaran dividen, mayoritas laba BRI kembali ke negara dan dimanfaatkan untuk berbagai program pemerintah,” tutur Sunarso.
Baca Juga: BRI Bayarkan Dividen Interim Rp20,33 Triliun, Komitmen Berkelanjutan untuk Pemegang Saham dan Negara
Sunarso juga menambahkan, pembagian dividen interim ini menjadi salah satu cerminan keberhasilan BRI dalam menjaga kinerja keuangan yang solid.
Per September 2024 sendiri, easio kecukupan modal BRI tercatat sebesar 27,76 persen, sementara Loan to Deposit Ration sebesar 89.18 persen.
Pembagian dividen interim 2024 ini berdasarkan kinerja keuangan BRI per 30 September 2024.
Baca Juga: 10 Pencapaian Strategis BRI di 2024: Dari AgenBRILink hingga Sustainable Banking
BRI secara konsolidasian berhasil mencetak laba bersih sebanyak Rp45,36 triliun.