SketsaNusantara.id - Luluk Hamidah, Calon Gubernur Jawa Timur yang mengikuti kontestasi Pilkada 2024, ikut menyoroti soal pemasangan pagar di Tangerang dan Bekasi.
Belum lama ini, ramai jadi sorotan soal pagar bambu yang terpasang di perairan Tangerang dan Bekasi dan masih belum diketahui siapa pemiliknya.
Dalam video yang beredar di media sosial, sempat geger pagar bambu ditemukan membentang sepanjang lebih dari 30 kilometer di perairan Tangerang, Banten.
Tak hanya itu, pagar bambu juga membentang sepanjang 2 kilometer di pesisir laut Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Keberadaan pagar bambu ini menimbulkan keresahan terutama bagi warga sekitar sebagai nelayan yang merasa dirugikan karena kesulitan mengakses wilayah tempat mereka biasa menangkap ikan untuk mencari nafkah.
Masih ramai jadi perdebatan, banyak warga menduga bahwa pagar itu dipasang oleh pihak pengembang Pantai Indah Kosambi atau PIK 2, meski tuduhan tersebut mendapat bantahan dari yang bersangkutan.
Anggota DPD RI menyebut pemasangan pagar ini merupakan bentuk "keserakahan manusia" untuk menguasai suatu wilayah demi kepentingan segelintir kelompok elit.
Terlebih panjangnya pagar bambu mencapai puluhan kilometer menelan biaya ratusan juta rupiah yang kemungkinan tidak mungkin dipasang oleh warga setempat.
Luluk Hamidah menanggapi pemasangan pagar bambu di perairan Tangerang dan Bekasi dengan memberikan sindiran menohok yang menyinggung soal "oligarki".
Melalui akun media sosial miliknya, mantan Anggota DPR RI itu menyebut pemasangan pagar sebagai peralihan fungsi bambu yang dulunya dipakai untuk mengusir penjajah.
"Miris, dulu bambu digunakan bangsa kita untuk mengusir musuh dari penjajahan bangsa asing, sekarang, bambu digunakan untuk melindungi oligarki," tulis Luluk dalam postingan di akun X @lulukhamidah yang diunggah pada hari Kamis, 16 Januari 2025.