Hal ini penting untuk mendukung keberlanjutan program serta memberikan manfaat maksimal kepada seluruh peserta dana pensiun. Dengan manajemen risiko yang kuat, lembaga dapat memitigasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi stabilitas dana pensiun.
Direktur Utama Dapen BRI, Dicky Rozano, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan sistem manajemen risiko.
"Kami akan mengambil langkah strategis yang lebih efektif untuk mendukung keberlanjutan Dapen BRI di masa mendatang," ujar Dicky.
Standar ISO 31000:2018 bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi juga tentang implementasi nilai-nilai yang lebih luas dalam manajemen risiko.
Standar ini mendorong organisasi untuk lebih transparan, responsif, dan tangguh dalam menghadapi perubahan. Dalam konteks ini, keberhasilan Dapen BRI menjadi contoh konkret bagaimana lembaga keuangan dapat memberikan nilai tambah melalui pendekatan berbasis risiko.
Ke depan, tantangan mungkin akan terus datang, tetapi dengan fondasi yang kuat seperti ISO 31000:2018, Dapen BRI telah menunjukkan bahwa mereka siap menghadapinya.
Pencapaian ini bukan hanya milik lembaga, tetapi juga para peserta dana pensiun yang menjadi penerima manfaat langsung dari keberhasilan tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!