SketsaNusantara.id - Ketika berbicara tentang pengelolaan dana pensiun, risiko menjadi salah satu elemen penting yang harus diperhatikan.
Pengelolaan yang efektif bukan hanya tentang menjaga stabilitas finansial, tetapi juga memastikan keberlanjutan program di masa depan.
Namun, bagaimana institusi dapat membuktikan bahwa mereka telah menerapkan standar tertinggi dalam manajemen risiko?
Baca Juga: Rumah BUMN BRI Pekalongan Mengantarkan 1000 UMKM Menuju Sukses Global
Pertanyaan ini relevan, khususnya dalam konteks lembaga yang memiliki tanggung jawab besar kepada para pemangku kepentingan, seperti peserta dana pensiun.
Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan operasional, memastikan proses berjalan secara proaktif adalah suatu keharusan. Tidak heran, penerapan standar internasional dalam manajemen risiko semakin menjadi prioritas.
Salah satu standar yang diakui secara global dalam hal ini adalah ISO 31000:2018. Standar ini tidak hanya memberikan panduan tentang prinsip dan kerangka kerja, tetapi juga mengedepankan proses identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko secara sistematis. Namun, bagaimana sebenarnya standar ini diterapkan oleh institusi besar?
Baru-baru ini, sebuah pencapaian penting datang dari Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia (Dapen BRI).
Pada 24 Desember 2024, Dapen BRI resmi memperoleh sertifikasi ISO 31000:2018 Risk Management – Guideline dari The British Standard Institution (BSI) Indonesia. Sertifikasi ini diperoleh setelah melalui audit independen yang ketat oleh lembaga sertifikasi internasional terpercaya.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah bagi Dapen BRI. Menurut Ketua Dewan Pengawas Dapen BRI, Agus Winardono, keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari komitmen lembaga untuk menerapkan manajemen risiko berstandar internasional.
“Implementasi ISO 31000:2018 memungkinkan Dapen BRI menghadapi berbagai tantangan risiko secara proaktif, termasuk risiko operasional, finansial, dan strategis. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk memberikan layanan terbaik,” ungkap Agus.
Sertifikasi ini tidak hanya sekadar pengakuan, tetapi juga memastikan Dapen BRI memiliki pendekatan yang sistematis dalam mengelola risiko.
Artikel Terkait
BRI Buka Layanan Operasional Libur Nataru, Apa yang Beda Tahun Ini?
Beredar Video Dugaan Uang Palsu di ATM BRI Gowa, Warga Takalar Minta Maaf Setelah Klarifikasi
Dukungan BRI untuk Transformasi Desa Bansari: Sukses Budidaya Melon Premium
BRI Diklaim Jadi Korban Ransomware Bashe, Pakar IT Bongkar Kejanggalan Klaim Data Peretas
Terungkap! Serangan Ransomware BRI Ternyata Hoax, Pakar dan Influencer Beradu Pendapat di Tengah Reaksi Netizen