SketsaNusantara.id - Kabar kenaikan PPN sebesar 12 persen belakangan ini telah mengejutkan masyarakat Indonesia.
Aturan tersebut mulai diberlakukan per 1 Januari 2025 dan telah menuai banyak respons dan kritikan dari masyarakat, termasuk content creator dan public figure.
Salah satunya adalah Ferry Irwandi yang menegaskan bahwa dia tidak setuju dengan kenaikan PPN sebesar 12 persen tersebut.
Menurutnya, tidak ada orang yang penghasilannya dipotong setelah bekerja membanting tulang hingga kelelahan.
"Karena secara alamiah atau secara natural tidak ada manusia yang suka dipajakin. Udah capek-capek terus dipotong sama pemerintah atau dipotong sama negara. Ya jelas, siapa sih yang bakal terima dengan hal seperti itu?" kata Ferry, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Ferry Irwandi yang diunggah 29 Desember 2024.
Ferry menegaskan bahwa aturan pajak tidak akan dipermasalah masyarakat selama ada timbal balik sepadan.
CEO Malaka Project pun memberikan contoh dari negara-negara Skandinavia.
Skandinavia adalah sebutan untuk negara-negara di wilayah Eropa Utara yang memiliki pertalian atau kesamaan budaya.
Negara-negara yang dimaksud adalah Norwegia, Swedia, dan Denmark.
Ferry menyebut bahwa pajak yang diterapkan di negara-negara tersebut sangat tinggi. Bahkan, jumlahnya mencapai separuh dari pendapatan masyarakat di sana.
"Negara Skandinavia itu pajaknya luar biasa tinggi lho. Lebih dari setengah penghasilan penduduk di sana, itu dipotong pajak. Belum lagi pajak-pajak yang lain," lanjut Ferry.