news

Nahkodai Perumdam Tirta Kencana, Hasyim Komitmen Berikan Manfaat layaknya AMDK Tirta Berkah

Jumat, 27 Desember 2024 | 18:19 WIB
Foto: Direktur Perumdam Tirta Kencana Pemkab Jombang Khoirul Hasyim dalam sebuah acara. (dok. Perumdam Tirta Kencana)

Dijelaskan, dalam pengelolaan air, ada 34 jenis kompetensi. Jadi, kata dia, meski tidak semuanya didapatkan, karyawan Tirta Kencana minimal punya dasar dalam melakukan pengelolaan manajemen air.

“Untuk mendapat sertifikasi dasar saja, mereka harus menjalani ujian selama 8 hari. Alhamdulillah, mereka dinyatakan lulus oleh tim penguji. Hasilnya, layanan yang berjalan selama ini sesuai harapan,” ungkap Sarjana Pendidikan ini.

Baca Juga: Kisah Inspiratif dari Sudut Timur Indonesia, Perjalanan Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Berdayakan Kelompok Usaha di Merauke

Setiap ada keluhan dari pelanggan atau masyarakat umum, terangnya, mereka langsung tanggap dan gerak cepat.

“Di kami, kalau ada masalah berkaitan dengan jaringan air, ada tim gercep yang siap menangani. Itu sebagai mitigasi awal,” beber Hasyim.

Seiring berjalannya waktu kerja, Hasyim dapat mengukur jerih payah yang ia bangun di Perumdam Tirta Kencana. Sederhana, kata dia, sejumlah daerah sudah berkunjung ke kantornya di Jl KH Wahid Hasyim No 136 A Kepanjen, Kecamatan/Kabupaten Jombang, tersebut.

Baca Juga: Miris! Baru 13 Hari, Infrastruktur Alun-Alun Jember Nusantara Sudah Banyak yang Rusak, Diduga akibat Kualitas Buruk, Netizen: Lungguh Nyamil Keramik

“Sejumlah daerah kerap berkunjung ke sini dengan tujuan untuk sharing,” ucap dia.

Namun, mengawai itu semua cukup menguras energi. Dulu, ceritanya, jam 10 pagi karyawan di kantor hilang. Saat dirinya menelusuri, alasannya bermacam-macam.

“Tapi itu sebelum organisasi di Tirta Kencana berubah. Sekarang status karyawan berasal dari masyarakat umum yang mendaftar ke perusahaan,” ungkap dia.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Israel Ternyata Juga Pernah Berikan Donasi untuk Bantu Korban Tsunami Aceh, Diterima Pemerintah Indonesia?

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, selain ada kebijakan status karyawan, berbagai macam cara juga dilakukan. Tak sendiri, katanya, dia bekerjasama dengan pihak luar hanya untuk mengumpulkan informasi.

“Yang jelas, saya tidak menggunakan cara kasar. Komunikasi ada kuncinya,” sebutnya.

Harapannya berhasil. Melalui komunikasi yang ia bangun, karyawan yang sebelumnya sering tidak terlihat di kantor, saat itu mulai terlihat.

Baca Juga: Protes, Mahfud MD Pertanyakan Vonis 211 M Harvey Moeis Meski Terlibat Kasus Korupsi Timah 300 T: Cuma 0,007 Persen dari Kerugian Negara

Halaman:

Tags

Terkini