Bantuan tersebut dikirimkan untuk korban tsunami Aceh menggunakan pesawat El Al Airlines, maskapai nasional Israel.
Namun, proses pengiriman bantuan dari Israel ternyata tidak berjalan mulus. Pesawat yang membawa bantuan tersebut hanya diizinkan mendarat selama dua jam di wilayah Indonesia untuk bongkar muat, sebelum melanjutkan perjalanan.
Hal ini disebabkan karena adanya penolakan dari pemerintah Indonesia terhadap keberadaan pesawat Israel yang melintasi wilayah udara Indonesia.
Untuk mengurangi kontroversi, pesawat El Al Airlines bahkan terpaksa tidak menggunakan logo bintang David yang menjadi simbol negara Israel.
Keputusan ini diambil demi memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan kepada para korban tsunami Aceh yang sangat membutuhkan, tanpa memicu polemik tambahan di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Mengutip dari Jerussalem Post, seorang pebisnis medis yang juga menjadi promotor bantuan Israel untuk Aceh, Steve Stein menjelaskan bahwa masyarakat Israel memutuskan membantu Aceh karena dampak bencana yang sangat mematikan.
Menurut laporan, donasi dari warga Israel untuk Aceh mencapai jumlah yang signifikan, meskipun angka pastinya tidak dipublikasikan secara luas.
Menurut Steve, bantuan yang diberikan Israel untuk Indonesia ini menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui batas-batas politik dan diplomasi.
Selain Israel, banyak negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan sejumlah organisasi internasional turut memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, mulai dari logistik hingga tenaga medis.
Kepedulian global ini sangat membantu proses pemulihan Aceh, yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dunia akibat skala kerusakan dan jumlah korban yang luar biasa.
Kini, Aceh mulai bangkit dan kondisi di Serambi Mekkah sudah jauh lebih baik. Beberapa wilayah dibangun Museum Tsunami dan jadi destinasi wisata menarik serta menjadi saksi bisu bencana dahsyat yang pernah menghantam Bumi Rencong.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!