Selain itu, lanjut Teguh, ruwatan adalah cara masyarakat Jawa untuk menunjukkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks sumber air, tegasnya, ruwatan mencerminkan kepedulian masyarakat untuk merawat sumber-sumber air sebagai penopang kehidupan.
Baca Juga: Dari Bedah Buku Fragmen Sejarah Jombang, Binhad Nurrohmat: Soekarno Lahir di Jombang...
Di kesempatan yang sama, Direktur Perumdam Tirta Kencana, Khoirul Hasyim berharap sinergitas energi dengan semua pihak dapat terus berjalan.
Dikatakan, hal itu sebagaimana Perumdam Tirta Kencana berkomitmen membangun sumber daya alam, mengamankan sumber daya alam, dan terus menjaga ketahanan sumber daya air.
“Baik kualitas, kuantitas, kontinuitas, serta keterjangkauan. Sehingga, layanan air yang diberikan pemerintah Kabupaten Jombang dapat terus berlanjut semakin baik, dan semakin professional,” ujar mantan Dosen IKIP PGRI Jombang ini.
Kepala Desa Jarak Agus Darminto dalam sambutannya berharap, dengan diselenggarakannya ruwatan sumber mata air, diharapkan sumber air Perumdam Tirta Kencana terus mengalir deras dan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Jombang.
“Kami akan melakukan sinergi energi dengan Perumdam Tirta Kencana untuk terus meningkatkan kegiatan-kegiatan dalam pelestarian sumber air,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!