SketsaNusantara.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Jember telah mencatat banyaknya penderita HIV/Aids, yang menyerang masyarakat.
Berdasarkan data dalam rentang tahun 2022-2024 ada sebanyak 8000 orang terdampak dan 600 orang di antaranya penderita baru.
Kendati demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember masih melihat potensi bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Jember bertambah, karena banyak yang tidak mau melakukan pemeriksaan.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Hendro Soelistijono mengatakan, dengan kondisi ini penularan bisa semakin meningkat dengan metode penularan dengan hubungan seksual.
"Secara kumulatif memang penderita HIV/AIDS ini kurang lebih sebanyak 8000 orang mulai tahun 2022-2024," ujarnya saat dikonfirmasi di Dinkes, Selasa 17 Desember 2024.
Angka peningkatan setiap tahunnya memang bisa meningkat, karena menurut Hendro Dinas Kesehatan melakukan screening yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
"Kami melakukan upaya screening, harapannya bila ditemukan sejak dini maka penderitanya bisa diobati dengan maksimal," jelasnya.
Hendro menyampaikan, jika fenomena ini menjadi persoalan penting karena hanya sebagian kecil saja yang mau melakukan pemeriksaan.
"Penularannya berpotensi sangat besar dengan angka tersebut, tetapi memang dalam proses pemeriksaan membutuhkan persetujuan yang bersangkutan. Nah, bila semua mau pasti dipastikan jumlahnya meningkat," terangnya.
Langkah-langkah yang diambil menurutnya, dengan melakukan tindakan bagi yang hendak akan menikah wajib, untuk melakukan screening kesehatan terlebih dahulu.
"Nah dengan ini bisa diketahui apakah calon pengantin ini terpapar atau tidak, jika hasilnya positif maka bisa dilakukan pengobatan," imbuhnya.