SketsaNusantara.id - Nama Dedy Mandarsyah tiba-tiba saja viral di media sosial setelah diduga terseret kasus penganiayaan koas FK UNSRI di Palembang.
Sebelumnya, kasus penganiayaan ini heboh setelah video berdurasi 52 detik menampilkan seorang pria berbaju merah ribut dan memukul korban.
Dilansir dari cuitan akun X @satria_gingin, dalam narasi yang beredar, korban diketahui bernama Luthfi seorang dokter koas yang dipukul karena ribut soal pembagian jadwal piket.
Luthfi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumsel. Korban saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Akibat kasus tersebut nama Dedy Mandarsyah ikut terseret. Diduga, Dedy merupakan ayah dari pihak pelaku penganiayaan.
Sedangkan kaos merah yang melakukan pemukulan disebut sebagai sopir dari istri Dedy, Meilina.
Disebut, Dedy merupakan ayah dari Lady Aurellia Pramesti, dokter koas yang protes soal jadwal jaga.
Lantas, siapa Dedy Mandarsyah? Benarkah Ia memiliki jabatan mentereng di kementerian PUPR?
Dedy Mandarsyah menjabat sebagai kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat.
Balai ini berada di bawan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dilansir dari LHKPN, Dedy mualai melaporkan harta kekayaan setelah menjadi Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II, Provinsi Riau sebagai Kepala Satuan Kerja dari tahun 2016-2019.