Padahal, sambung Gus Iqdam, ucapannya itu secara tidak langsung merupakan doa bagi para penjual es teh.
“Dia (penjual es teh;red) biar tidak hanya jualan seperti itu, jadi juragan, tapi itu kamu potong, kamu plintir, ya bebas, terserah netizen,” tuturnya lagi.
“Netizen kan maha tolo*, apalagi orangnya nggak datang,” Gus Iqdam menegaskan.
Masih sambung Gus Iqdam, pernyataannya bisa dibuktikan lantaran jika konten yang dipotong adalah hal-hal baik, maka akan bernasib seperti salah satu jamaahnya saat itu.
“Akhirnya orangnya semangat, pengen ke sini, sekarang sehat, masyaAllah, luar biasa,” pungkasnya.
Sontak saja, pernyataan Gus Iqdam yang menyinggung netizen dengan sebutan tolo* memancing respons publik di kolom komentar.
“Ngerokok sambil ceramah aja udah aneh,” tulis akun X @medhotjaxxx.
“Orang ini selalu memainkan kata tolo* hampir di setiap acaranya,” tulis akun X @wahju_wibxxx.
“Merasa ilmunya palling tinggi mungkin, secara nggak langsung dia ngajak semua orang buat hadir dan ngaji di tempat dia, padahal tempat ngaji nggak cuma sama dia,” tulis akun X @helovesxxx.
“Kenapa yg ngakunya pemuka agama sekarang enteng bgt ya omongannya? Sama aja ngejudge, apa bedanya sama netijen nyinyir? Lagian emg miftah tuh salah kok ngomongnya gak beretika, terlepas katanya itu emg candaan khasnya dia. Plis lah jgn normalisasi candaan gak lucu begitu,” tulis akun X @bolobolonyxxx.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI