SketsaNusantara.id - Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden pada Jumat, 6 Desember 2024 lalu.
Keputusan Gus Miftah mundur pun menuai respons positif dari tak sedikit masyarakat.
Pasalnya, Gus Miftah dinilai memiliki etika dan adab yang tidak mencerminkan sosok Utusan Khusus Presiden usai ulahnya memaki-maki penjual es teh Sunhaji viral.
Namun kini, muncul petisi permohonan pada Presiden Prabowo Subianto agar Gus Miftah tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden.
Adalah Agus Saripin, sosok yang memprakarsarai petisi di laman change.org tersebut.
Sayangnya, petisi yang sudah dimulai satu hari setelah Gus Miftah mengundurkan diri atau pada Sabtu, 7 Desember 2024 tersebut seolah tak laku.
Hingga artikel ini dibuat, pada Selasa, 10 Desember 2024, pukul 00.25 WIB, tercatat petisi tersebut baru ditandatangani 691 dari target 1.000 orang.
Dalam petisi yang dibuatnya, Agus menjelaskan alasan-alasan mengapa Prabowo harus menolak pengunduran diri Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden.
Agus menulis dalam petisinya, roasting dan gojlokan tidak selamanya berkonotasi negatif, karenanya sudah selayaknya untuk dipahami dalam konteksnya.
Selain itu menurutnya, gaya dakwah yang populis dan membumi disertai bumbu-bumbu canda adalah konteks ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh.
“Ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh tidak mengandung konotasi negatif sama sekali, dibuktikan dengan kunjungan Gus Miftah ke kediaman bapak Sonhaji, dan sebaliknya kunjungan balik bapak Sonhaji ke kediaman Gus Miftah,” tulis Agus lagi.