Kamis, 4 Juni 2026

Video Gus Miftah Mengolok-olok Sunhaji Ada yang Memesan hingga Sengaja Disebarluaskan? KH Syarif Rahmat: Telusuri...

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 Desember 2024 | 09:47 WIB
Beredar narasi potongan video Gus Miftah memaki Sunhaji sengaja disebarluaskan.  (Instagram @gusmiftah)
Beredar narasi potongan video Gus Miftah memaki Sunhaji sengaja disebarluaskan. (Instagram @gusmiftah)

SketsaNusantara.id - Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, sosoknya jadi bulan-bulanan publik akibat ulahnya memaki-maki Sunhaji, penjual es teh.

Meski telah meminta maaf, rasa geram publik pada Gus Miftah tak kunjung surut.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji itu pun akhirnya mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.

Baca Juga: Ubah Gaya Rambut dari Mullet ke Botak, Penampilan Baru Iqbaal Ramadhan Tetap Ramai Pujian: Kenapa Tetep Ganteng

Di lain sisi, potongan video Gus Miftah memaki Sunhaji kali pertama beredar di platform X hingga viral.

Banyak publik menaruh simpati pada Sunhaji, penjual es teh yang tengah mencari nafkah, namun harus mendapat makian dari Gus Miftah.

Sementara itu, narasi berbeda diungkapkan KH Syarif Rahmat, sosok penceramah yang populer lewat acara Damai Indonesiaku di salah satu stasiun televisi swasta.

Baca Juga: Heboh! Blangkon Dilelang Rp 900 Juta, Video Gus Miftah Mendadak Viral Lagi, Terseret Isu Pencucian Uang!

Menurutnya, potongan video saat Gus Miftah memaki-maki Sunhaji telah diedit untuk sengaja disebarkan.

“Cari, siapa pembuat, pengedit video pertama, telusuri sampai ketemu,” kata KH Syarif Rahmat, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @zoelfick pada Senin, 9 Desember 2024.

Menurutnya, ada oknum yang memesan potongan video Gus Miftah memaki Sunhaji untuk disebarluaskan.

Baca Juga: Sunhaji Menangis Desak Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah Jadi Utusan Khusus Presiden, Ekspresi Penjual Es Teh Jadi Sorotan Netizen: Dipaksa?

“Siapa yang memesannya, tidak ada yang salah dalam masalah ini, tukang minuman juga seneng, ikut tertawa kok,” paparnya.

Lebih lanjut, KH Syarif Rahmat berpendapat, tidak cukup publik hanya menyerang habis-habisa Gus Miftah.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X