“Aku, aku juga mohon maaf kepada Bapak Sunhaji, yang pura-pura seneng ketika diberangkatkan umroh baik oleh Gus Miftah atau siapa pun,” kata Sujiwo Tejo lagi.
Sunhaji, sambung Sujiwo Tejo, seolah-olah merasa senang bisa berangkat umroh.
“Padahal orang umroh itu kalau udah diniatin umroh, atau diniatin haji, tetapi nggak sanggup itu, pahalanya sama saja dengan orang yang berumroh, berhaji,” urainya lagi.
Terlebih lagi Sunhaji, kata Sujiwo Tejo, meskipun tidak umroh, namun sudah haji.
“Karena namanya Sunhaji, tapi Bapak Sunhaji pura-pura seneng, supaya kita semua seneng,” kata Sujiwo Tejo.
Tak berhenti di situ, Sujiwo Tejo pun meminta maaf pada netizen yang telah berburuk sangka, seolah-olah memaki-maki Gus Miftah.
“Padahal mereka tahu, Gus Miftah wali, berarti netizen juga wali, pura-pura berbuat goblo*, memaki-maki, menghujat, padahal di dalam hati memuji, agar supaya tidak kelihatan memuji,” ungkap Sujiwo Tejo sembari menyeka air matanya.
Belum cukup, Sujiwo Tejo pun meminta maaf pada para penguasa yang memilih tidak memecat Gus Miftah, agar tidak terlihat seolah menuruti kehendak rakyat.
“Supaya kelihatan punya pendirian, supaya tidak dipuji, dan supaya tidak dijilat-jilat oleh masyarakat, aku minta maaf, ternyata Indonesia adalah negara para wali, netizennya wali, Sunhaji-nya wali,” tuturnya lagi.
Sujiwo Tejo bahkan menyebut, Gus Miftah dan gus-gus lainnya adalah wali.
“Penguasanya juga wali, pura-pura tidak memecat Gus Miftah,” jelas Sujiwo Tejo.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI