Selain itu, tambah dia, upaya yang dilakukan jajaran Badan Adhoc KPU Kabupaten Nganjuk, baik PPK maupun PPS serta KPPS juga luar biasa dalam melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Hasil Rekapitulasi Tingkat Kabupaten, Ketua KPU Jember: Pemenang Pilgub dan Pilkada Adalah Paslon 02
“Kami juga tentu berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung sosialisasi dari KPU Kabupaten Nganjuk. Sehingga, partisipasi masyarakat kali ini melampaui target," jelas Arfi.
Ia kemudian membeberkan berbagai kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan sebagai upaya peningkatan partisiapsi masyarakat dalam Pilkada serentak tahun 2024.
Di antaranya, sosialisasi tatap muka dengan pemilih disabilitas, komunitas, pemuda, pemula, perempuan, bahkan kepada kelompok marjinal.
Baca Juga: KPU Jatim Sebut Tingkat Partisipasi Masyarakat di Pilkada Serentak Sebesar 69 Persen
“Khusus kalangan pemilih pemula dan pemuda, KPU Kabupaten Nganjuk membuat program khusus yaitu KPU Goes To School dan kpu Goes To Campus,” ungkap dia.
Dalam kegiatan itu, sambuh dia, pihaknya menyampaikan berbagai tahapan Pilkada 2024. Disebutkan, tentang cek DPT Online, nama-nama pasangan calon serta visi-misinya, termasuk ajakan supaya masyarakat tidak golput pada tanggal 27 November 2024.
Sementara itu, Romza, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Nganjuk menambahkan, jajaran badan adhoc memang berperan aktif sosialisasi kepada masyarakat secara massif.
Baca Juga: KPU Jember Gelar Rekapitulasi Tingkat Kabupaten, Ketua: Targetkan Rampung 2 Hari
"PPS di setiap desa, PPK di setiap kecamatan se Kabupaten Nganjuk juga melaksanakan sosialisasi tatap muka kepada masyarakat. Mereka juga melaksanakan sosialisasi di pasar dan keramaian di daerahnya. Termasuk ledang (sosialisasi keliling)dengan cara-cara yang kreatif,” ujar alumnus STIT Urwatul Wutsqo Jombang ini.
Bahkan, ceritanya, pada tanggal 26 November 2024 atau satu hari sebelum pencoblosan, mereka meminta izin kepada pengurus masjid dan mushala untuk mengumumkan atau mengingatkan pemilih melalui pengeras suara di masjid dan mushala.
Pihaknya berkomitmen akan selalu berupaya untuk melaksanakan pendidikan pemilih.
Baca Juga: Badan Adhoc KPU yang Alami Kecelakaan Saat Bertugas Menerima Santunan
"Sebelum pencoblosan kemarin, kami juga sudah melaksanakan program yang diberi nama 'Warung Demokrasi'. Konsepnya adalah diskusi santai membincang demokrasi dan kepemiluan dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Kami juga mengundang peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut," paparnya.