Kemudian kata Kalis, sudah banyak bukti-bukti jejak digital Gus Miftah yang menunjukkan bahwa ia tam berpihak pada rakyat kecil.
Terlebih beberapa kali ucapan Gus Miftah juga mengandung kalimat yang melecehkan perempuan.
Baca Juga: Siapa Habib Zaidan? Ini Silsilah Ketua Majelis Sholawat Sekar Langit yang Terseret Ulah Gus Miftah
“Sudah terlalu banyak jejak digital Miftah mengolok-olok mereka yang lemah seperti pedagang kecil, mereka yang dianggap jelek, bahkan seksisme akut melecehkan perempuan,” katanya.
“Basis dari toleransi atau perdamaian aktif adalah tidak bias dan tidak menindas mereka yang lemah. Kita tidak bisa memberikan keadilan jika kita menindas mereka yang lemah,” tandasnya.
Cuitan Kalis Mardiasih ini mendapat banyak dukungan dan suara yang sama dari warganet.
“Kalo masih dipertahankan, maka kredibilitas bidang kerukunan beragama akan hancur gak valid lagi. Karena kalo mundur inisiatif sendiri mustahil, maka kudu didorong mundur nganti njengkang,” komentar warganet.
“Kebenaran akan menemukan jalannya. Kebusukan akan membuka tabirnya. Pecat miftah,” tulis warganet.
“Tidak hanya dipecat. Utusan presiden bidang kerukunan umat beragama kayanya ngga perlu ada. Karena udah ada tupoksi tersebut di kemenag kalau ga salah,” ucap warganet.
Namun dari ratusan komentar dalam cuitan Kalis tersebut, ada satu komentar yang menjadi sorotan.
Yaitu salah salah seorang warganet mengaku mengetahui langsung saat Gus Miftah melontarkan kalimat berisi melecehkan perempuan, saat ia diundang dalam pengajian suatu kampus.
“Dulu waktu beliau ngisi pengajian di kampusku juga ngehina mahasiswi dg sebutan "kimcil", alias PSK. Cuma gara2 mahasiswi tersebut bawain hidangan untuk beliau. Padahal kampusku kampus islam,” ujarnya.