Kamis, 4 Juni 2026

Menuai Kontroversi, Inilah Arti Kata Rakyat Jelata yang Dinilai Kurang Pantas Digunakan Juru Bicara Kepresidenan Menanggapi soal Gus Miftah

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 Desember 2024 | 08:00 WIB
Potret Adita Irawati yang viral usai menggunakan diksi rakyat jelata menanggapi sikap Gus Miftah usai merendahkan penjual es teh. (Instagram/pco.r)
Potret Adita Irawati yang viral usai menggunakan diksi rakyat jelata menanggapi sikap Gus Miftah usai merendahkan penjual es teh. (Instagram/pco.r)

SketsaNusantara.id - Penggunaan diksi "rakyat jelata" oleh Adita Irawati, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, dalam sebuah wawancara televisi baru-baru ini menuai sorotan publik.

Adita menggunakan istilah tersebut saat menanggapi video viral Gus Miftah yang dinilai merendahkan seorang penjual es teh saat berdakwah di Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara tersebut, Adita juga menyebut Gus Miftah tidak sesuai dengan Presiden Prabowo Subianto yang kerap menunjukkan kepeduliannya kepada "rakyat jelata" melalui kunjungan dan pidatonya.

Baca Juga: Terima Uang Pemberian Dari Willie Salim, Kaos Sunhaji Pedagang Es Teh yang Diolok-Olok Gus Miftah Jadi Sorotan

"Kami dari pihak Istana, tentu menyesalkan kejadian yang dilakukan Gus Miftah. Satu hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi, apalagi Presiden Prabowo Subianto selama ini kalau kita lihat dari berbagai kegiatan baik itu melalui pidato atau melalui kunjungan-kunjungan kerja beliau ke lapangan, terlihat pemihakkan Pak Prabowo kepada rakyat kecil, kepada rakyat jelata," ucap Adita.

Pernyataan yang disampaikan Adita kemudian ramai jadi sorotan publik. Banyak warganet yang protes dan mengkritik soal penggunaan diksi "rakyat jelata".

Warganet juga menyebut pejabat publik seperti Adita yang bekerja di pemerintahan sekarang ini, sesungguhnya dibayar dari uang pajak yang dikumpulkan dari "hasil keringat dan kerja keras" rakyat jelata.

Baca Juga: Ikut Tertawa Saat Gus Miftah Olok-olok Pedagang Es Teh, Begini Klarifikasi Gus Yusuf: Hujan-hujan Kok Nawarin Es

Lantas, apa makna rakyat jelata? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berikut arti rakyat jelata dan alasan penggunaan diksi ini sangat sensitif hingga dan dianggap kurang tepat diucapkan pejabat publik di era modern saat ini.

Menurut KBBI, istilah "rakyat jelata" memiliki arti rakyat biasa atau bukan bangsawan dan bukan hartawan. Dalam pengertian lain, kata ini merujuk pada orang kebanyakan, yaitu masyarakat umum yang tidak termasuk dalam golongan elite.

Meski demikian, persepsi terhadap istilah ini telah bergeser seiring waktu, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda dan menimbulkan sensitivitas di kalangan masyarakat modern.

Baca Juga: Berapa Gaji Banser? Jabatan Baru yang Disandang Pedagang Es Teh yang Viral Karena Diolok-olok Gus Miftah

Meski secara umum kata "rakyat jelata" tidak memiliki konotasi negatif, penggunaannya di masa kini terbilang sangat jarang dan dianggap kurang pantas diucapkan pejabat publik karena terdengar merendahkan masyarakat kecil.

Mengutip dari laman Kementerian Pendidikann dan Kebudayaan atau Kemendikbud RI, kata "rakyat jelata" memiliki asosiasi historis dengan masa feodal, ketika masyarakat dibagi menjadi golongan atas dan bawah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X