SketsaNusantara.id - Pasca viralnya Gus Miftah hina pedagang es teh, kini muncul petisi untuk copot jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.
Tak sedikit warganet yang berbondong-bondong meminta Presiden Prabowo agar jabatan yang diberikan kepada Gus Miftah tersebut dicopot.
Bahkan beberapa tokoh juga memiliki keinginan yang sama, salah satunya Kalis Mardiasih.
Melalui cuitan di akun X pribadinya, Kalis Mardiasih membeberkan beberapa alasan pencopotan jabatan Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @mardiasih, Kalis Mardiasih menuliskan bahwa Gus Miftah tidak bisa memuliakan orang lain, terlebih mereka yang memiliki sumbangsih atas gaji yang akan diterimanya sebagai Utusan Khusus Presiden.
“Sebagai Utusan Khusus Presiden, Miftah menerima gaji dan tunjangan setara dengan pejabat setingkat menteri. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024. Digaji pakai uang kita, tapi Miftah tidak memiliki latar keilmuan resolusi konflik kebebasan beragama dan berkeyakinan,“ tulisnya.
Selanjutnya yaitu keterlibatan Gus Miftah dalam melakukan diskriminasi dan kriminalisasi kepada warga.
“Jejak-jejak digital yang ada menampakkan ujaran diskriminatifnya ke kelompok yang berbeda, atau statement-statement yang mendukung kriminalisasi warga sipil,”
“Contohnya seperti Lina Mukherjee, komika Lampung Aulia Rakhman dan lain-lain,” imbuhnya.
Kalis Mardiasih mengaku khawatir jika suatu hari nanti Gus Miftah kembali melontarkan kalimat-kalimat yang tak seharusnya, sementara ia juga menyandang sebagai Utusan Khusus Presiden.
“Bagaimana jika suatu saat, mulutnya yang ngawur sebagai Utusan Khusus Presiden justru memicu konflik yang berdampak merusak ke masyarakat sipil?,” ucapnya.