SketsaNusantara.id - Tanggal 2 Desember kini menjadi agenda tahunan rutin dilakukan aksi 212.
Video aksi damai yang diselenggarakan di Monas, Jakarta ini pun tersebar luas di medsos dan ramai jadi sorotan publik.
Dalam video yang beredar, tampak keseluruhan peserta kompak mengenakan pakaian putih dan mengikuti kegiatan ini dengan tertib sebagai reuni dari aksi bela islam yang digelar dalam beberapa tahun terakhir.
Lantas, bagaimana asal mula aksi 212 ini? Dihimpun SketsaNusantara.id dari akun Instagram @infocipadujaya dan berbagai sumber, berikut perjalanan aksi 212 hingga menjadi agenda tahunan di Monas, Jakarta.
Jika ditarik ke belakang, Aksi 212 pertama kali digelar pada 2 Desember 2016 di Jakarta sebagai respons terhadap pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Kala itu, pidato Ahok dianggap menistakan agama Islam karena menyebut Surah Al-Maidah ayat 51 dalam konteks kampanye politik.
Pernyataan itu memicu gelombang protes dari umat Islam di seluruh Indonesia. Gerakan 212 atau yang dikenal dengan "Aksi Bela Islam" diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yang menghadirkan Rizieq Syihab dan beberapa tokoh ulama lainnya.
Aksi 212 tahun 2016 mencatat sejarah sebagai salah satu aksi massa terbesar di Indonesia, yang menghadirkan jutaan orang dari seluruh penjuru Indonesia dan berkumpul jadi satu di Lapangan Monas, Jakarta.
Para peserta menyerukan penegakan hukum terhadap Ahok dan meminta keadilan atas apa yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap Al-Qur'an.
Awalnya, aksi ini menuai pro kotra karena dikhawatirkan akan memicu terjadinya keributan.
Namun, nyatanya aksi ini menjadi ajang persatuan umat Islam yang berlangsung secara damai dengan dilakukan doa bersama.