Kesempatan yang sama, Kades Jambu Agus Joko Susilo mengaku mendukung penuh terkait pendirian TPS dengan konsep tersebut. Menurutnya, desa yang ia pimpin adalah berkonsep desa wisata.
“Bagaimana kita bisa mengeksplor potensi yang ada. Salah satunya, pendirian TPS ini adalah pendukung desa wisata. Pendiriannya agar dikenal banyak masyarakat dan dating ke sini. Endingnya, bagaimana masyarakat di Jambu khususnya di TPS 01 bisa berbondong-bondong untuk hadir ke TPS dan memilih,” terang Agus.
Dia mengaku juga mensupport anggaran.
“Mendukung anggaran pasti. Sebenarnya kalau anggaran tidak mahal, mungkin yang mahal itu idennya,” katanya sambal tertawa.
Agus mengaku, dengan konsep seperti itu, warga yang semula tidak akan hadir begitu mengetahui TPS didirikan sedemikian rupa, mereka hadir untuk mencoblos.
“Bahkan ada warga yang sakit, yang memakai kursi roda hadir ke TPS untuk memilih,” ungkap Agus yang juga punya ushaa pembibitan buah alpukat di sekitar TPS 01.
Sementara, Anggota KPU Kabupaten Kediri Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Eka Setiawan Feridianto mengatakan, pihaknya memang menyelenggarakan berbagai lomba saat hari pemungutan suara.
Tujuannya, kata Eka, agar partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 dapat meningkat.
Lomba yang diselenggarakan yakni lomba foto selfie, foto wefie (foto bersama maksimal 5 orang), lomba KPPS terkreatif atau unik, dan lomba TPS terunik.
“Pemenangnya akan kita umumnya besok (Kamis, 28 November, red). Pemenangnya akan berhak mendapat hadiah dengan total uang puluhan juta rupiah,” pungkas alumnus Universitas Jember ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!