2. Diciptakan oleh Guru Seni Musik
Dikutip dari situs Kemdikbud, Sartono merupakan seorang guru seni musik di sebuah sekolah swasta di Madiun, Jawa Timur.
Menariknya, Sartono tidak memiliki latar pendidikan sebagai guru musik, ia rupanya mempelajari musik beserta alatnya secara mandiri atau otodidak.
3. Diciptakan dengan Cara Bersiul
Walau belajar musik secara otodidak, Sartono merupakan satu-satunya guru seni musik di Kota Madiun yang bisa membaca not balok saat itu.
Dalam proses penciptaan lagu Hymne Guru, Sartono melakukannya dengan cara bersiul lalu ia tuliskan nada dan liriknya pada kertas.
Hal ini dilakukan Sartono lantaran terbatasnya alat musik pada saat itu.
4. Liriknya Alami Perubahan
Tak banyak yang tahu bahwa lirik lagu Hymne Guru rupanya mengalami perubahan pada bait terakhir.
Baca Juga: 3 Puisi Hari Guru Nasional 25 November 2024, Pesan Apresiasi Singkat Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Pada tahun 2007, penggalan lirik terakhir lagu Hymne Guru yang berbunyi Engkau patriot pahlawan tanpa tanda jasa diganti.
Potongan lirik tersebut berganti menjadi Pembangun insan cendekia sebagaimana disahkan dalam Surat Undangan PGRI Nomor 447/UM/PB/XIX/2007.
Penyebabnya tak lain adalah karena potongan lirik tersebut dinilai memberikan kesan kurang baik.
Baca Juga: Jadi Guru Lebih Penting, Inilah Alasan Dik Doank Tinggalkan Dunia Hiburan: Bodoh itu Nggak Enak