Frugal living mendorong individu untuk lebih selektif dalam berbelanja dan mengutamakan tabungan atau investasi jangka panjang.
4. Membantu Mencapai Tujuan keuangan
Dengan menerapkan frugal living, masyarakat bisa menghemat pengeluaran sesuai kebutuhan sehingga bisa menabung lebih banyak.
Dampak positifnya, masyarakat bisa memfokuskan dana tabungan untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti membeli tanah atau rumah, bisa membantu pelaksanaan perencanaan dana pendidikan anak hingga dana pensiun di hari tua.
5. Turut Serta Menjaga Kelestarian Lingkungan
Tak hanya keuangan, frugal living juga membawa dampak positif untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Penetapan frugal living seringkali selaras dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang identik dengan upaya pelestarian alam sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan menerapkan frugal living dan mengurangi konsumsi berlebihan, maka sampah yang dihasilkan akan berkurang. Dampak positifnya, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mengelola sampah juga akan semakin berkurang.
Baca Juga: Profil Biodata Vincent Kosasih, Pebasket Muda yang Segera Melangsungkan Pernikahan dengan Nita Vior
Itulah sederet dampak positif yang bisa dirasakan dengan menerapkan frugal living untuk menghadapi kebijakan pemerintah untuk menaikkan PPN jadi 12% dalam waktu dekat.
Dalam menghadapi kenaikan PPN, ajakan frugal living menunjukkan bahwa masyarakat memiliki cara kreatif untuk menyikapi tantangan ekonomi di Indonesia.***