SketsaNusantara.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyampaikan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik bagi generasi muda di tengah tren gaya hidup kekinian yang kian berkembang.
Dalam sebuah diskusi keuangan, Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani, menyoroti kebiasaan konsumtif yang sering kali membuat anak muda sulit menyisihkan penghasilan untuk tabungan, dana darurat, atau investasi.
Salah satu fenomena yang diangkat adalah Latte Factor, yakni pengeluaran kecil namun rutin, seperti kopi, langganan streaming, atau makanan kekinian, yang jika diakumulasi dapat berdampak besar pada keuangan.
Baca Juga: Raih Hunian Impian dengan Kemudahan dan Keuntungan Maksimal di BRI Property Expo 2024
“Banyak yang tidak menyadari bahwa kebiasaan kecil ini bisa membuat keuangan jebol. Penting bagi anak muda untuk membedakan kebutuhan dan keinginan,” ujar Handayani.
Fenomena lainnya adalah maraknya pinjaman online (pinjol) yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Data OJK menunjukkan bahwa pelajar dan karyawan, mayoritas dari generasi muda, menyumbang 12% dari total pengguna pinjol di Indonesia.
Mudahnya akses teknologi, persyaratan sederhana, dan proses instan membuat banyak anak muda tergoda menggunakan pinjol tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.
BRI, sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, menjawab tantangan ini dengan meluncurkan layanan digital BRIGuna melalui aplikasi super app BRImo.
Platform ini memudahkan generasi muda untuk mengakses layanan perbankan, mulai dari tabungan, belanja online, hingga pengajuan pinjaman secara digital dengan proses cepat hanya dalam 15 menit.
Baca Juga: BRI Permudah Investasi Sukuk Tabungan ST013 Melalui BRImo
BRImo juga menawarkan bunga kompetitif dan fitur pengelolaan keuangan yang membantu pengguna mengontrol pengeluaran.
Selain itu, BRI aktif memberikan literasi keuangan kepada generasi muda melalui program edukasi di universitas.