Warga Kampung Salak, Padangsidimpuan ini mengaku, sebelumnya sudah melakukan mediasi namun tidak membuahkan hasil.
"Sehingga panjang cerita, anak saya diberikan somasi oleh pengacara terhormat Padangsidimpuan pada anak di bawah umur, anak semacam ini tidak tahu arti somasi, pak," urainya lagi.
Dampak penetapan somasi hingga dijadikan tersangka, membuat sang anak mengalami trauma.
"Sering menangis, melamun. Tolong kami, pak. Tidak tahu kami lagi, pak, mau kemana lagi, kami orang susah, pak," ungkapnya.
"Harapan saya, saya bisa mendapat keadilan, karena jangan karena kami orang susah, kami ditindas seperti ini," ungkap sang anak.
Netizen pun dibuat geram dengan nasib pilu yang dialami SRP.
“Selalu aja yang rakyat kecil jadi tersangka, sementara pihak lain yang punya kekuasaan malah dilindungi. Integritas kepolisian makin lama makin dipertanyakan sih, bener-bener zero accountability. ini bukti nyata gimana hukum masih sering berat sebelah,” tulis akun @blacvorxxx.
“Yang punya kekuasaan kenapa makin seenaknya aja ya, apa ga takut langsung diazab,” tulis akun @dedeaasxxx.
Baca Juga: Respons Andhika Pratama Bikin Gemas Netizen saat Dapat Ucapat Selamat Ulang Tahun dari Anaknya
“Kasian lihat muka si bapak, sepertinya sedih banget perasaannya,” tulis akun @Cupang1xxx.
“Anak di bawah umur tidak bisa dijadikan tersangka yang bisa hanya direhabilitasi kalau pun persidangan menyatakan dia bersalah seharusnya polisi dibubarkan saja kalo mengurus seperti ini nggak bisa,” tulis akun @LinggaAnxxx.
“Dih? Kebalik lah itu posisinya, harusnya yg ngirim woi,” tulis akun @lys_hxxx.
***