Pembatasan kuota ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi peternak, terutama jika mereka tidak dapat menjual seluruh hasil produksi susu lokal.
Sementara itu perusahaan yang biasa membeli susu peternak lokal tersebut tetap memperoduksi susu olahan dengan kuota yang sama.
Sebab itulah penghasil susu lokal menyimpulkan bahwa perusahaan telah memakai lebih banyak susu impor daripada susu produksi lokal.
Para peternak sapi perah ini kemudian mencurahkan kekesalannya dengan cara membuang produk susu mereka ke persawahan, kebun serta ke sungai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!