Pembatasan kuota ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi peternak, terutama jika mereka tidak dapat menjual seluruh hasil produksi susu lokal.
Sementara itu perusahaan yang biasa membeli susu peternak lokal tersebut tetap memperoduksi susu olahan dengan kuota yang sama.
Sebab itulah penghasil susu lokal menyimpulkan bahwa perusahaan telah memakai lebih banyak susu impor daripada susu produksi lokal.
Para peternak sapi perah ini kemudian mencurahkan kekesalannya dengan cara membuang produk susu mereka ke persawahan, kebun serta ke sungai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Berkali-kali Mangkir akibat Kasus Janda Kaya dan Pengangguran, Suswono Hadapi Ancaman Langkah Hukum
Fenomena Langka! Gurun di Arab Saudi Pertama Kalinya Diselimuti Salju hingga Dikira Tanda-Tanda Akhir Zaman, Begini Penjelasan Para Ahli
6 Fakta Polemik 'Janda Kaya' Suswono, Drama Mangkir Cawabup Jakarta Berujung pada Ancaman Citra Politik
Pesan Tegas Prabowo di Rakornas, Wewenang Pejabat untuk Rakyat
Kelola Uang Jadi Makin Praktis, Coba Fitur Baru Atur Limit di BRImo!
Operasi Polisi di Cengkareng Ungkap Praktik Gelap yang Melibatkan Ribuan Rekening