Kamis, 4 Juni 2026

Viral! Aksi Peternak Sapi di Pasuruan Membuang Ribuan Liter Susu ke Kebun dan Sungai, Apa Alasannya?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 9 November 2024 | 18:30 WIB
Ilustrasi susu sapi yang dibuang di Pasuruan  (Pixabay @Couleur)
Ilustrasi susu sapi yang dibuang di Pasuruan (Pixabay @Couleur)

SketsaNusantara.id - Viral di media sosial aksi peternak sapi perahan membuang susu sapi hingga ribuan liter ke kebun.

Aksi ini dilakukan oleh sejumlah pengusaha susu sapi di Pasuruan Jawa Timur yang mengundang tanda tanya masyarakat.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, sejumlah pengusaha susu membuang susu-susu segar ini ke persawahan juga ke sungai.

Baca Juga: Rahayu Saraswati Kunjungi KH Ahmad Muzakki Syah saat ke Jember, Ada Pesan dari Presiden Prabowo

Video tak biasa yang perlihatkan truk tangki bermuatan itu kemudian membuang cairan berwarna putih yang kemudian diketahui sebagai cairan susu menjadi viral.

Rupanya para pengusaha susu sapi ini membuang susu mereka ke kebun dan sungai menggunakan selang-selang.

Usut punya usut rupanya aksi mubadzir pengusaha susu yang viral itu dipicu oleh rasa kecewa mereka.

Baca Juga: Lihat Potensi Gen Z dan Milenial di Jember Tinggi, Keponakan Prabowo Berikan Pesan Penting ke Gus Fawait

Para pengusaha susu dan pengepul susu sapi ini kecewa dengan industri susu yang bekerjasama dengan mereka yang akhir-akhir ini membatasi kuota pengiriman.

Saat ini industri susu membatasi kuota pengiriman susu sebanyak 40 ton saja setiap harinya.

Hal tersebut mengakibatkan pemasok serta peternak susu sapi mengalami kerugian besar.

Baca Juga: Cabup No 2 Muhammad Fawait Sebut Prabowo dalam Debat Publik, Rahayu Saraswati: Kalau yang Disebut Lain, Kan Aneh!

Menurut mereka akibat kebijakn itu mereka mengalami telah alami kerugian hingga mencapai miliaran rupiah untuk kebutuhan opersional hingga pakan ternak.

Rupanya pembatasan kuota susu sapi untuk peternak lokal tersebut merupakan akibat dari adanya impor susu sapi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X