SketsaNusantara.id - Polemik soal ucapan seksisme "janda kaya menikahi pemuda pengangguran" menyeret nama calon Wakil Gubernur DKI, Suswono.
Sejak dilaporkan oleh David Darmawan dari Ormas Betawi Bangkit, kasus ini terus menjadi sorotan.
Tapi, cawabup dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini justru berulang kali mangkir dari panggilan Bawaslu.
Baca Juga: Berkali-kali Mangkir akibat Kasus Janda Kaya dan Pengangguran, Suswono Hadapi Ancaman Langkah Hukum
Ada sejumlah fakta yang dihimpun SketsaNusantara.id terkait polemik kasus ini.
1. Pernyataan Kontroversial di Deklarasi Ormas
Suswono melontarkan ucapan "janda kaya menikahi pemuda pengangguran" saat hadir di acara deklarasi ormas yang digagas Fahira Idris, di Jakarta, Sabtu 26 Oktober 2024.
Ucapan tersebut diklaim sebagai bagian dari penjelasan program sosial. Namun, banyak yang menganggapnya sebagai candaan tak pantas dan diskriminatif.
2. Pelaporan ke Bawaslu
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras. Ketua Ormas Betawi Bangkit, David Darmawan, melaporkan Suswono ke Bawaslu. Menurutnya, pernyataan Suswono melecehkan status sosial perempuan dan tidak etis.
3. Sudah 2 Kali Mangkir
Bawaslu sudah memanggil Suswono 2 kali. Pertama pada Rabu malam, 6 November 2024 dan kedua pada Kamis, 7 November 2024.
Kedua panggilan ini diabaikan dengan alasan ada kegiatan lain. Alasan tersebut membuat publik mempertanyakan keseriusan Suswono.